Peace and Justice Support Network of Mennonite Church USA
http://peace.MennoLink.org
RESOLUSI MENNONITE CHURCH USA TENTANG IMIGRASIDengan berakar pada gereja-gereja abad ke-17 yang ditanamkan/didirikan oleh imigran-imigran dari Eropa, gereja Mennonite USA sekarang ini berkembang dan dirangsang pertumbuhannya oleh para imigran dari seluruh dunia.Kami percaya bahwa sebagai orang-orang Kristiani, kami terpanggil untuk menyambut/ menerima pendatang-pendatang asing kedalam jemaat-jemaat dan persekutuan-persekutuan kami, kendati pemerintah mengeluarkan undang-undang dan peraturan-peraturan ke imigrasian yang semakin keras dengan alasan memerangi terorisme. Kami menolak penanganan-penanganan yang salah terhadap para imigran. Kami bertobat dari sikap diam kami selama ini, dan melibatkan diri sepenuhnya untuk bertindak bersama atau atas nama saudara-sadara kami para imigran, baik yang tercatat/bersurat maupun yang tidak tercatat/tidak bersurat. Alkitab mengajarkan bahwa "Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia. Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah Tuhan Allahmu" (Imamat 19: 33,34). Kami yakin bahwa Allah telah memanggil kami untuk menyambut para imigran karena kita semua adalah orang2 asing. "Orang asing janganlah kamu tekan, karena kamu sendiri telah mengenal keadaan jiwa orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir" (Kel. 23: 9, Ulangan 24:17, 18) dan kami percaya, bahwa apalabila kami menyambut orang asing, kami menyambut Tuhan Yesus (Matius 25:35). Bangsa kami bergantung pada kontribusi-kontribusi para imigran, dan masyarakat2 diluar negri seringkali bergantung pada upah para imigran yang dikirim ke tempat asalnya. Pengusaha-pengusaha imigran, ahli-ahli dan para artis imigran menyumbang bagi ekonomi dan kebudayaan di negri ini. Para pekerja imigran, mengerjakan pekerjaan-pekerjaan bangsa yang paling sulit dan berbahaya dengan upah terendah dan mereka yang tak mempunyai surat sering ditipu dengan upah yang rendah dan tidak mendapat kompensasi untuk kecelakan-kecelakaan.. Keluarga-keluarga berpisah karena penundaan yang lama dalam proses-proses dokumentasi dan kebijakan-kebijakan imigrasi yang tidak adil yang mempersulit perjalanan lintas perbatasan. Para imigran yang miskin tidak mendapat hampir semua tunjangan-tunjangan kesejahteraan dan kesehatan. Perbatasan USA dan Mexico yang semakin di militerisasikan, telah mengakibatkan tindakan-tindakan kekerasan dan kematian beribu-ribu orang dipadang belantara. Sejak 11 September 2001, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang baru dan memperlakukan hukum-hukum lama yang menimbulkan ketakutan pada pusat-pusat masyarakat imigran dan menciptakan persepsi/pengertian bahwa setiap kontak dengan petugas-petugas pemerintah dan agen-agen pelayanan social dapat mengakibatkan penahanan/deportasi. Para pria dari Timur Tengah diseluruh negri, dipaksa melaporkan diri, dan di deportasi apabila surat2nya tidak jelas. Orang2 Haiti dan orang2 pengungsi perahu (boat people) yang lain ditahan tanpa menghormati hak-hak azazinya, dan dideportasi walaupun mereka jelas takut ditangkap/disengsarakan apalabila mereka kembali kenegri asalnya. Imigrasi dan pelayanan pengungsi sekarang ditangani oleh Departemen Keamanan Dalam Negri, yang misinya adalah melindungi bangsa terhadap terorisme. Banyak imigran, bersurat atau tanpa surat, adalah anggota dari gereja-gereja Mennonite di USA, terutama didaerah Selatan Barat Daya, dan dikota-kota diseluruh negri. Gereja-gereja imigran menghadapi masyarakat yang kebijakan-kebijakan dan praktek-prakteknya mendiskriminasikan para immigran dan orang-orang berwarna. Gereja-gereja imigran dengan anggota-anggota yang tidak mempunyai surat secara mendalam dipengaruhi oleh kemiskinan dan ketakutan didalam masyarakat mereka. Sering gereja-gereja menanggung biaya-biaya makanan, tempat tinggal dan pakaian, menolong mencarikan pekerjaan dan menolong keluarga-keluarga yang anggota keluarganya di deportasi. Pemimpin-pemimpin gereja yang tak bersurat sering tidak dapat atau takut melakukan perjalanan tanpa surat identifikasi. Bahkan jemaat-jemaat yang tidak mempunyai anggota imigran seperti jemaat-jemaat di utara dan jemaat-jemaat di pedalaman, menghadapi kenyataan bahwa pandangan masyarat sekitar mereka berubah karena imigrasi dan mereka bergumul bagaimana menghadapinya. Kami mendukung perorangan dan gereja-gereja yang telah bekerja memerangi kemiskinan dan ketakutan didalam masyarakat imigran. Kami mendukung mereka yang berbicara kepada pemerintah tentang kebijaksanaan imigrasi yang tidak adil dari bangsa ini. Kami mendukung usaha-usaha gereja bersama pihak anti-racisme, sambil mengakui bahwa masih banyak hal-hal lain yang belum ditangani. Kami juga mendukung dan membantu gereja-gereja dan badan-badan yang menangani akar-akar penyebab ketidaksamaan internasional (international inequality) yang merupakan motivasi utama bagi orang untuk berimigrasi. Kami mengerti bahwa karena Amerika menguasai sumber2 yang lebih banyak dari negeri manapun, orang2 akan terus berimigrasi kesini untuk mencari kestabilan ekonomi dan politik. Karena kelimpahan yang ada pada bangsa kita, karena Allah memanggil kita untuk menyambut orang2 asing, dan karena pelbagai kekayaan yang dibawa kaum imigran ke Mennonite Church USA, kami melibatkan diri sepenuhnya untuk bertindak bersama dan atas nama saudara-saudara kami para imigran. Kami mengundang Mennonite Church USA untuk mempertimbangkan aksi-aksi berikut: 1) Binalah hubungan dengan pendatang-pendatang baru didalam persekutuan-persekutuan kita. Sebar luaskan kisah-kisah kehidupan imigran dan kontribusi mereka didalam gereja dan masyarakat sekitarnya. 2) Rencanakan study tour di sekitar kita yang mencakup masyarakat imigran, gereja imigran, tempat kerja mereka dan juga ke kantor-kantor pemerintahan yang melayani para imigran. 3) Selenggarakan kebaktian atau acara khusus bersama dengan jemaat-jemaat imigran. 4) Sediakan fasilitas-fasilitas gereja dan para sukarelawan untuk urusan dokumentasi, kursus bahasa Inggeris, perayaan-perayaan etnis dan program-program pendekatan yang lain. 5) Libatkan diri didalam menyumbang bantuan makanan, tempat tinggal, pakaian dan sumber-sumber lain untuk para imigran yang tidak bersurat. 6) Pelajarilah hal-hal yang menyangkut para imigran, dengan membaca surat kabar ataupun majalah-majalah, ikut serta dalam organisasi-organisasi national tentang hak-hak imigrasi atau hubungi badan-badan/agen gereja yang menangani soal-soal keimigrasian. 7) Selenggarakan study tour ke perbatasan Mexico/US, kamp-kamp pengungsi, pusat-pusat penahanan untuk lebih mengetahui kebijakan-kebijakan pemerintah US bagi imigran dan para pengungsi. 8) Perjuangkan kebijakan-kebijakan imigrasi yang adil dan manusiawi, dengan menghubungi petugas-petugas terpilih setempat,dinegara bagian dan juga ditingkat national. Translation by Frederik Jan Kouttjie, pastor of Gereja Kristen Injili Indonesia Zion and member of the Pastoral Leadership Committee of the Pacific Southwest Mennonite Conference |